Selama ini, biji nangka belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pemanfaatan buah nangka. Melihat hal ini, beberapa mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yakni Irma Nurmalasari, Rahma Titi Larasati, Triyani, Bayu Aji dan Isdiyono melihat peluang dalam memanfaatkan biji nangka sebagai alternatif minuman dalam bentuk susu biji nangka.
Biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 g/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral myang baik. Kandungan mineral per 100 gram biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg). Selain dapat dimakan dalam bentuk utuh, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung. Selanjutnya dari tepungnya dapat dihasilkan berbagai makanan olahan (Astawan, 2005).
Pada penjualan awal, tanggapan pasar cukup bagus terhadap produk olahan baru ini. Penjualan produk ini pada minggu pertama terjual rata-rata 80% dari total produksi. Strategi ke depan, mereka memperluas pemasarannya. Adapun kendala produksi adalah mengingat pohon nangka adalah buah musiman, artinya pencarian bahan agak sulit jika tidak pada musimnya. “ Kendala kami adalah pasokan bahan baku, mengingat produksi yang cukup besar dan terus bertambah. Jadi, kami masih terus mencari pemasok biji nangka karena pasarnya cukup bagus,” kata Irma. Susu biji nangka memiliki prospek yang cerah dalam usaha minuman, berkaca dari kesuksesan pemasaran susu kedelai.